oleh

Aktivis Garut Asep Lukman Bahas Radikalisme di Depan Watimpres

TINTAJABAR.COM, JAKARTA  –    Salah seorang aktivis di Kabupaten Garut, Asep Lukman, belum lama ini diundang oleh Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia untuk berbicara pada acara “Dialog Kebangsaan” yang diselenggarakan di Kantor Wantimpres, Jakarta.

Di depan Wakil Ketua Watimpres, H. Muhamad Mardiono Bakar, Babah Asluk — sapaan akrab Asep Lukman, berbicara dengan topik khusus menyangkut isu radikalisme yang seringkali dituduhkan kepada Islam.

“Bagi saya tidak ada agama yang radikal, dalam pengertian mengajarkan untuk melakukan kekerasan pada sesama hanya karena alasan beda keyakinan,” ujar Asep mengawali pembicaraannya.

Ia menambahkan, soal adanya perilaku kriminal yang dilakukan oknum atau sekelompok orang lalu mengatasnamakan agama itu, terjadi setidaknya karena tiga alasan.

Pertama, kedangkalan nalar memahami teks teks agama itu sendiri, baik yang bersumber dari kitab suci maupun hadist.

Kedua, karena ada pihak yang aktif memainkan peran sebagai provokator dengan berbagai kepentingan terutama politik dan materi.

Ketiga, karena kekecewaan pada kebijakan-kebijakan yang dianggap dan dirasakan tidak adil dari penguasa itu sendiri. Lalu sebagai diresponnya sebagian kecil masyarakat dengan jalan kekerasaan baik yang mengatasnamakan agama, kesukuan, atau pun organisasi.

“Faktanya hanya sebagai argumentasi emosional dari pihak-pihak terdampak yang merasa dirugikan saja. Artinya, karena hanya terjadi insidental, kelompok kecil bahkan inisiatif pribadi. Sejujurnya saya tidak mengerti jika ada yang berupaya menggeneralisasi,” pungkas Asep.  (Red/tintajabar.com)

Komentar